LENSANEWS21 - MEDAN - Kebakaran Plaza Ramayana Aksara, Jalan Arif Rahman Hakim, Medan, Sumatera Utara masih terus berlangsung hingga malam ini. Api masih berkobar di dalam gedung dan sulit untuk dipadamkan.
Petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk memadamkan api karena gedung tidak memiliki pintu darurat. Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang pun disiagakan di sekitar lokasi gedung karena banyak warga yang datang melihat peristiwa kebakaran.
Menurut Kepala Dinas P2K Kota Medan, Marihot Tampubolon, petugas pemadam kebakaran mengaku kesulitan memadamkan api karena gedung tidak memiliki pintu darurat. Sejauh ini, petugas pemadam kebakaran juga belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Namun, saat ini arus lalu lintas di Jalan Aksara dan HM Yamin yang sebelumnya ditutup, kini sudah di buka kembali. Petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha menyiram api yang masih berkobar di dalam gedung.
Kebakaran besar yang terjadi di Plaza Ramayana Aksara diduga berasal dari salah satu kios pakaian yang tutup.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa kebakaran pertama sekali menggegerkan para pedagang dan pengunjung di lantai 2.
Seorang pedagang kain di lantai 2, Hermanto (45), yang pertama sekali mengetahui adanya kebakaran di antara kios sesama pedagang di sana.
Hermanto dan pedagang lain melihat kepulan asap hitam muncul dari salah satu kios pakaian di Blok 6 Lantai 2 yang tengah tutup alias pemiliknya sedang tak berjualan lantaran masih dalam suasana Lebaran.
"Saya lagi duduk di depan kios baju saya. Kemudian saya lihat, asap muncul dari kios Mak Eben yang sedang tutup. Lalu saya dan teman saya sesama pedagang berusaha mendobrak pintu kiosnya dan melihat kulkas yang berisi jualan minuman milik Mak Eben yang terbakar serta merembet di sekelilingnya. Saya sempat siram pakai botol aqua karena panik dan api sudah membesar," kata Hermanto Selasa, (12/7/2016).
Api diduga keluar dari kulkas di kiosk arena terjadi korsleting listrik. "Dari kulkas itu apinya berasal. Enggak tahu kita kenapa bisa terbakar. Aku rasa korsleting listrik yang membakar kabel kulkas. Para pedagang lain langsung berkemas dan berlarian menyelamatkan barang masing-masing. Soalnya asap sudah banyak dan api mulai membesar," jelasnya.
Hal serupa juga dikatakan beberapa pedagang pakaian di lantai dua. Mereka menduga bahwa api muncul akibat arus pendek listrik.
"Iya memang apinya dari kios Blok 6 itu. Saya tahu, kalau pemilik kios di Blok 6 itu punya kulkas dan jualan minuman juga selain jualan pakaian anak. Saya pun terkejut pas lagi jualan. Kami semua berlarian. Kami sudah hubungi pihak PD Pasar, tapi lama datangnya. Baru pertama kali ini sejak saya berjualan selama 8 tahun di situ," kata Eka.
Belum ada korban jiwa atas insiden tersebut. Namun kerugian akibat kebakaran yang meludeskan 738 kios pedagang tersebut ditaksi mencapai puluhan miliar rupiah.

Posting Komentar